Wednesday, December 22, 2010

Gayus Siapkan Pembelaan

Liputan6.com, Jakarta: Terdakwa kasus dugaan kasus korupsi dan mafia pajak Gayus H.P. Tambunan mengaku siap menghadapi tuntutan jaksa. Namun dirinya telah menyiapkan pembelaan melalui pledoi yang akan disampaikan tim kuasa hukumnya pada 3 Januari 2011 mendatang.

"Jaksa boleh-boleh saja menuntut saya berapa saja. Tapi kita serahkan semuanya kepada hakim," kata Gayus di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Rabu (22/12).

Ia hanya berharap majelis hakim dapat melihat secara lebih objektif. "Hakim ini saya lihat Ibu Albertina Ho (Ketua Majelis Hakim) sangat objektif dalam persidangan. Dia juga melihat apa yang saya lakukan," lanjut Gayus.

Mantan pegawai golongan III A Direktorat Jenderal Pajak itu mengaku tidak ada persiapan menghadapi tuntutan jaksa yang segera digelar nanti. Gayus berujar bahwa tuntutan ini bukan akhir segalanya. Meski begitu, ia enggan memprediksi hukuman tuntutannya ringan atau beratnya yang dijerat Jaksa. "Ringan atau tidaknya hukuman bukan dari pembelaan," imbuh dia.

Gayus Tambunan dijadwalkan mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini. Dalam sidang perdana, Gayus Tambunan dijerat empat dakwaan sekaligus [baca: Hari Ini, Jaksa Bacakan Tuntutan untuk Gayus].(MRQ/ANS)

Demi Nasi, Janda-janda Ini Rela Ditiduri

MEULABOH, KOMPAS.com — Dalam data Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera (PPKS) Kabupaten Aceh Barat tercatat, sebanyak belasan ibu di Meulaboh terpaksa berprofesi sebagai pekerja seks komersial atau PSK karena suami meninggal akibat konflik dan bencana tsunami.

"Baru belasan ibu yang tercatat berprofesi PSK, kebanyakan mereka mengaku terpaksa karena tidak ada pekerjaan lain untuk menghidupi anak mereka setelah ditinggal para suami," kata Kepala Kantor PPKS Aceh Barat Sultri Helfianti di Meulaboh, Rabu (22/12/2010).

Diperkirakan masih banyak kalangan janda korban konflik dan bencana stunami di Aceh Barat bernasib naas, yang terpaksa mengambil jalan pintas untuk menutupi kebutuhan keluarganya.

Karena itu, PPKS akan menginventarisasi secara keseluruhan aktivitas kalangan wanita, selanjutnya akan memberikan bekal sejumlah pengetahuan agar para ibu, khususnya dalam kondisi tanpa suami, seperti halnya dapat membuka usaha jika terkendala diterima bekerja di perusahaan.

"Sayangnya anggaran daerah terbatas sehingga kami terkendala untuk mendeteksi secara dini persoalan wanita. Akibatnya, baru satu kecamatan yang sementara ini dapat dijangkau," kata Sultri.

Dalam perkembangannya, kaum ibu di Aceh Barat sudah terlihat berusaha meningkatkan keahliannya agar mampu bersaing dengan pekerja pria.

"Mudah-mudahan di Hari Ibu ini memberikan berkah kesejahteraan bagi mereka. Mudah-mudahan dapat mengetuk pintu hati Ibu Presiden Ani Yudhoyono serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar agar mau menengok kondisi para ibu di sini," harapnya.